Minggu, 27 Mei 2012

Ingin Mobil Seharga 100 Jutaan? Tunggu Kejutan dari Toyota!

Ketika program mobil murah pemerintah seperti terjepit oleh cari mukanya persoalan konversi BBG dan hybrid, Toyota Motor Corp (Toyota pusat) dikabarkan siap memproduksi mobil murah dengan harga sesuai kurs Rp 113 juta. Mobil murah ini diperuntukkan bagi pasar negara berkembang.

"Di negara berkembang, kami bersaing dengan empat pabrikan lain yang mengincar segmen yang sama," kata Executive Vice President Toyota, Yukitoshi Funo, Jumat. Sejauh ini di Indonesia, satu merek yang sudah mengincar segmen tersebut adalah Suzuki.

Dua dari total delapan model yang akan dirakit di masing-masing negara berkembang, dan kemungkinan termasuk Indonesia itu, adalah Etios dan Liva (hatchback). Dua mobil ini seperti disampaikan Autonews akan meluncur di India.

Sebelumnya pemerintah memang sudah bersiap dengan program mobil murah ini atau yang disebut dengan Low Cost and Green Car (LCGC). Pemerintah sendiri pada awal tahun ini berencana menyiapkan tiga insentif untuk mendukung program tersebut, yang ditargetkan akan keluar pada Oktober 2012.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, insentif tahap pertama pelaksanaan LCGC adalah pembebasan pajak bea masuk untuk pendirian pabrik dan impor bahan baku. Insentif mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 176/2009 tentang Pembebasan Bea Masuk atas Impor Mesin Serta Barang dan Bahan Untuk Pembangunan Atau Pengembangan Industri Dalam Rangka Penanaman Modal.

"Insentif ini sudah hampir final dan segera dikeluarkan," ungkapnya di Jakarta pada Februari lalu.

Adapun insentif kedua pembebasan bea masuk untuk komponen yang berlaku dalam beberapa tahun sampai bisa diproduksi di Indonesia. Insentif ketiga berupa pengurangan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). (kpl/why/bun)

Sabtu, 26 Mei 2012

Cerita Buyung Soal Kepemimpinan SBY yang Unik


Jakarta Mantan anggota Wantimpres Adnan Buyung Nasution punya kesan tersendiri pada Presiden SBY selama bertugas menjadi 'penasihat'. Sejak bertugas dari 2007 hingga 2009, Buyung menilai SBY memiliki kepemimpinan yang unik.

Soal kepemimpinan yang unik itu dikupas Buyung dalam bukunya 'Nasihat untuk SBY' yang diterbitkan PT Kompas Media Nusantara. Pada Bab 6, Buyung menuliskan pengalamannya bagaimana berkomunikasi dengan SBY. Buku itu terdiri atas 310 halaman dan 20 bab.

Seperti dikutip detikcom, Sabtu (26/5/2012) Buyung bertutur, sebagai lembaga penasihat presiden, tidak ada forum komunikasi rutin dengan SBY, semisal 3 bulan sekali. Demikian juga masukan dari Wantimpres yang dikirimkan tidak pernah jelas bagaimana responsnya.

Hingga kemudian, Buyung memutar akal, bagaimana caranya bisa bertemu presiden. Di bukunya itu dia pun menulis harus bergerilya bertemu presiden. Mulai dari mendekati Hatta Rajasa yang saat itu menjadi Mensesneg hingga lewat Sudi Silalahi yang menjadi Seskab. Atau juga melalui Sekpri presiden saat itu Ediwan Prabowo.

Yang cukup menarik saat Buyung bertutur bagaimana dia memberi pertimbangan kepada Presiden SBY mengenai anugerah pahlawan bagi Soeharto. Saat itu kondisinya penguasa era orde baru itu baru saja meninggal dunia. Timbul polemik di masyarakat soal gelar pahlawan.

Nah, salah satu cara Buyung memberi nasihat adalah dengan melalui SMS, hal ini dilakukan agar lebih cepat. Buyung memberi saran bahwa Soeharto tidak bisa diangkat menjadi pahlawan nasional karena disebutkan penguasa orde baru itu orang yang melegitimasi merajalelanya korupsi.

Buyung juga menilai Soeharto diduga kuat terlibat dalam pembunuhan massal masa G 30/S PKI. Sedang untuk memberikan penghormatan melalui upacara kenegaraan secara militer. Hal itu tidak ada salahnya dilakukan. Buyung mengirimkan SMS itu kepada Edirwan untuk disampaikan ke presiden.

"Ternyata pendapat dan nasihat saya itu didengar oleh presiden yang tidak memberikan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto," jelasnya.

Kemudian nasihat lainnya soal laporan yang dilakukan SBY ke Polda Metro Jaya. Saat itu SBY melaporkan seseorang yang menuduhnya sudah menikah sebelum masuk AKABRI. Dalam bukunya di halaman 83, Buyung menulis dalam rapat yang digelar di luar kota, dia berbicara ke presiden soal tindakan pelaporannnya itu.

Sebelumnya, Buyung menulis, kalau rapat di luar kota sangat mengherankan karena tidak efektif dan buang waktu serta tenaga. Kemudian, dalam rapat hanya terjadi dialog satu arah, tidak ada tanya jawab.

Karena itu dalam rapat, ketika SBY selesai berbicara di akhir rapat, Buyung mengacungkan tangan dan menyampaikan uneg-unegnya. Utamanya soal tindakan SBY yang tidak berkomunikasi dengan Dewan Pertimbangan Presiden saat melapor ke polisi.

"Saya menyatakan penyesalan, tidak setuju kenapa presiden dalam posisi sebagai presiden pergi melapor ke Polda mengenai delik penghinaan terhadap presiden. Sebetulnya tidak perlu presiden sendiri yang datang. Banyak cara, there are many ways to Rome. Sangat saya sesalkan hal itu. Kenapa presiden tidak menelepon saya, bertanya kepada saya, bagaimana cara yang baik untuk menghadapinya," jelas Buyung dalam sarannya kepada presiden.

Buyung menulis, saat mendengar uneg-unegnya itu presiden diam. Buyung juga melanjutkan kalau presiden bisa menghubungi dia untuk meminta saran melalui Hatta atau Sudi. Tidak lama selesai Buyung berbicara, presiden pun memberi jawaban.

Buyung menyampaikan, SBY melakukan tindakan itu tanpa konsultasi karena sedang mentally down. Tudingan itu menjatuhkan nama baik dan kehormatan SBY. Karenanya keputusan diambil cepat, presiden pun mengaku salah dan meminta maaf.

"Presiden cukup sportif dan gentleman mendengar kritik saya dan mengakui kesalahannya," jelas Buyung.

Kejadian unik yang lain adalah ketika dia diminta Presiden SBY memberi penjelasan soal Pilkada Sulsel. Saat itu Wapres Jusuf Kalla mendukung incumbent yang kalah di Pilkada. Hingga akhirnya, dia memberi penjelasan kepada Jusuf Kalla, bahwa pilkada digelar dengan sah dan valid.

Buyung juga menulis soal kritik orang yang menilai presiden lamban, ragu, dan tidak berani mengambil keputusan tegas. Mengenal lebih dekat, presiden memang bukan tipe pemimpin yang mengambil keputusan cepat dan tangkas dalam mengambil keputusan. Tapi, bukan berarti SBY tidak mampu mengambil sikap dan keputusan.

"Saya tahu persis bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mau mendengar alias terbuka pikirannya, tapi perlu argumentasi yang kuat dan cukup waktu baginya untuk mengambil keputusan," jelas Buyung.

Senin, 21 Mei 2012

game terbaru iphone

Jakarta - Banyaknya game untuk iPhone menjadi nilai tambah tersendiri. Barangkali, itulah yang menjadi salah satu faktor gadget Apple itu laris manis.

Pemakai iPhone pun dapat memilih game kesukaannya dengan beragam tema. Dari game aksi, balapan ataupun petualangan.

Game apa saja yang wajib di-download dan dimainkan di iPhone, sekalipun harganya terhitung cukup mahal? Berikut beberapa di antaranya, seperti dikutip detikINET dari Business Insider, Selasa (22/5/2012).

Minggu, 20 Mei 2012

Sepenggal Kisah Korban Sukhoi

Jakarta Jatuhnya pesawat naas Sukhoi Superjet, Rabu (9/5) silam di Gunung Salak menyisakan beberapa cerita dari pihak keluarga korban. Salah satunya keluarga Edward M Panggabean, yang ikut menumpang pesawat tersebut.

Uneng Panggabean adik Edward, menceritakan bagaimana detik-detik terakhir sebelum pesawat tersebut jatuh. Dia mengaku masih sempat menghubungi Edward pada saat sebelum penerbangan dimulai.

"Jam 10 pagi masih ngobrol. Dia cerita, ada pesawat baru dari Rusia dan diajak ikut flight. Waktu yang flight kedua ikut lagi," ujar Uneng saat berbincang dengan detikcom, Minggu (20/5/2012) malam.

"Karena pagi, saya sempat ingatkan sarapan. Jangan lupa makan. Masih tegur sapa, dan biasanya memang kita sering mengingatkan supaya tidak lupa makan," kenang Uneng.

Edward merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara. Namun Edward lah yang merupakan anak laki-laki pertama. Ayah dan satu adiknya sudah lebih dulu meninggal sebelumnya. Meskipun asli Medan, namun keluarga ini sudah berdomisili di Duren Sawit, Jakarta Timur semenjak kecil.

Edward sendiri sudah lama bergelut dalam bisnis penerbangan. Indo Asia merupakan bisnis yang dikembangkan Edward bersama Rully Darmawan, yang juga merupakan salah satu korban SSJ 100.

"Sudah lama di Indo Asia, bareng Pak Rully dan teman-teman mereka juga. Ngajak join mereka dan patungan buat usaha. Mereka ini teman lama dari SMA," tambah Uneng.

iPhone 4S for us

Jakarta - Penjualan ponsel di kuartal pertama tahun ini merosot 2% dibandingkan tahun lalu. Nah, pasar yang tengah lesu ini diprediksi analis bisa kembali bergairah dengan diluncurkannya iPhone 5.

Menurut catatan biro riset Gartner, penurunan penjualan disebabkan melempemnya permintaan handset di kawasan Asia Pasifik. "Penjualan ponsel ke end user mencapai 419 juta unit di kuartal pertama 2012, menurun 2% dari kuartal pertama 2011."

Salah satu sebab penurunan penjualan adalah sedikitnya model baru handset papan atas yang diperkenalkan, sehingga banyak konsumen memilih menunggu untuk upgrade handset. Kehadiran model anyar seperti iPhone 5 yang diprediksi hadir tahun ini dinilai akan menggairahkan penjualan.

"China biasanya adalah pasar yang besar di kuartal pertama, dengan Tahun Baru China biasanya membuat penjualan meledak. Namun tahun ini konsumen menunda upgrade, menunggu perangkat high end lain seperti Apple iPhone yang baru," kata Anshul Gupta, analis di Gartner.

Belum jelas kapan tepatnya iPhone 5 diperkenalkan, namun diyakini pada tahun 2012 ini. Gartner sendiri menyebutkan, Apple menjual 33,1 juta unit iPhone di kuartal pertama 2012.

Angka penjualan Apple sendiri masih kalah dengan Samsung, jika melihat data Gartner dan penelitian dari berbagai biro riset lainnya. Seperti dikutip detikINET dari PCWorld, Senin (21/5/2012), Samsung telah menjual sebanyak 86,5 juta unit ponsel.

Gartner tak menyebut tentang ponsel terbaru jagoan Samsung, Galaxy S III, yang akan dipasarkan Juni nanti. Padahal ponsel Android ini bisa turut berperan besar dalam menggairahkan kembali pasar ponsel. Galaxy S III kabarnya sudah dipesan lebih dari 9 juta unit saat ini.

Hipertensi Turunan bisa diatasi dengan fitness

Jakarta, Tekanan darah tinggi atau yang dikenal dengan hipertensi ternyata bisa menurun dalam keluarga. Jika Anda memiliki orang tua yang mengidap penyakit ini, maka Anda harus pintar-pintar mengantisipasinya.

Meski risiko tersebut tak bisa dihilangkan sama sekali, setidaknya kita bisa menguranginya dengan menjaga fisik tetap fit.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa orang yang sehat namun keluarganya memiliki riwayat hipertensi cenderung mengalami penyakit yang sama 34 persen lebih rendah dibandingkan orang-orang yang jarang berolahraga.

Bahkan sebenarnya Anda tak perlu berolahraga selama berjam-jam di gym untuk mendapatkan manfaat tersebut.

"Hasil studi ini mengirimkan pesan yang sangat praktis yaitu bahkan dengan jumlah latihan yang ringan dan sangat realistis seperti jalan cepat selama 150 menit per minggu saja dapat memberi manfaat yang besar, khususnya bagi orang yang memiliki kecenderungan mengidap hipertensi karena riwayat keluarganya," ungkap peneliti Robin P. Shook, mahasiswa doktoral di Arnold School of Public Health, University of South Carolina, Columbia.

Studi baru yang dipublikasikan di jurnal Hypertension tersebut melibatkan lebih dari 6.000 orang dewasa sehat. Sekitar sepertiganya memiliki orang tua yang mengidap tekanan darah tinggi. Aktivitas fitness partisipan pun diikuti selama hampir lima tahun.

Memiliki orang tua yang mengidap tekanan darah tinggi sendiri merupakan salah satu faktor risiko terbesar bagi perkembangan kondisi kesehatan keturunannya.

Hasil studi pun memastikan bahwa partisipan yang orang tuanya mengidap hipertensi lebih cenderung mengalami kondisi yang sama sebesar 20 persen.

Kondisi ini pun didapatkan setelah peneliti mempertimbangkan faktor risiko lainnya, termasuk usia, kebiasaan merokok, kolesterol tinggi dan kondisi kelebihan berat badan yang terjadi pada sebagian partisipan.

Namun peneliti juga menemukan kabar baik bagi partisipan yang keluarganya memiliki riwayat hipertensi atau tidak dan fitness merupakan kunci jawabannya.

Ternyata, partisipan yang rutinitas fitness-nya tinggi memiliki kecenderung 42 persen tidak mengidap tekanan darah tinggi, sedangkan partisipan yang rutinitas fitness-nya ringan 26 persen lebih mungkin untuk tidak terserang hipertensi dibandingkan partisipan yang rutinitas fitness-nya lebih rendah.

"Korelasi antara tingkat kebugaran, riwayat kesehatan orang tua, dan risikonya tidak mungkin bisa kita abaikan," kata Shook seperti dilansir dari WebMD, Rabu (16/5/2012)